Selasa, 09 November 2010

paper membaca kritis basdon.


SKIZOFRENIA

Sumber artikel internet yang berjudul “Seputar Dunia Skizofrenia” menjelaskan skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu “skizo“ yang artinya retak atau pecah, dan “ frenia “ yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian ( Hawari, 2003 ).
Berdasarkan artikel “Mengenal Schizofrenia” dalam majalah KinetikA, skizofrenia merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada fungsi otak, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu perubahan fisik otak, perubahan struktur kimia otak dan faktor genetik.
Ditinjau berdasarkan buku Konseling Gangguan Jiwa dan Okultisme karangan Julianto Simanjuntak, skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotis dengan ciri-ciri pengunduran diri dari kehidupan sosial, gangguan emosional dan objektif yang kadang kala disertai halusinasi serta tingkah laku merusak.
Penyakit skizofrenia ini bersifat kompleks, mulai dari penyebab, gejala yang ditampakkan, respons terhadap pengobatan sampai hasil pengobatan. Penyakit ini ditemukan satu abad lalu oleh psikiater Jerman Emil Kraeplin. Penyakit ini sering dianggap masyarakat sebagai kutukan dewa / Tuhan sehingga untuk pengobatannya mereka sering menghubungi dukun. Riset tentang skizofrenia menyebutkan bahwa penyebab untuk penyakit ini sering dianggap mitos oleh masyarakat. Baru pada abad ke-19 muncul pendapat bahwa penyebabnya adalah faktor biologis/fisik.
Faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi terjadinya skizofrenia, antara lain : sejarah keluarga, tumbuh kembang di tengah-tengah kota, penyalahgunaan obat seperti amphetamine, stres yang berlebihan, dan komplikasi kehamilan. Studi lain juga menyebutkan penyebabnya adalah infeksi virus pada otak serta keturunan. Namun, sampai sekarang belum ditemukan penyebab pastinya. Secara garis besar, penyebab penyakit ini terkonsep pada dua penyebab yakni faktor genetis dan faktor non genetis yeng meliputi faktor lingkungan,biologi, dan psikologi.
Skizofrenia terbentuk secara bertahap dan tiba-tiba dan dapat menjadi akut sehingga kehilangan karakter sebagai manusia dalam kehidupan sosial, menjadi buas dan depresi. Psikiater membedakan gejala skizofrenia menjadi dua :
1.      Gejala positif
Berupa halusinasi sehingga penderita mungkin mendengar suara-suara atau sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
2.      Gejala negatif
Penderita kehilangan motivasi dan apatis dan seakan-akan dia tidak memiliki emosi apapun.
Penderita penyakit ini merasa tidak memiliki perilaku yang menyimpang, tidak bisa membina hubungan relasi dengan yang lain, dan tidak mengenal cinta. Depresi yang berkelanjutan akan membuat penderita menarik diri dari lingkungan dan merasa aman bila sendirian. Biasanya menyerang manusia usia muda antara 15-30 tahun, namun serangan terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Diperkirakan jumlah penderita sebanyak 1 % dari jumlah penduuduk dunia. Skizofrenia tidak dapat disembuhkan namun dengan bantuan psikiater dan obat-obatan, skizofrenia dapat dikontrol. Pemulihan memang kadang terjadi tapi tidak dapat diprediksikan.
Ada beberapa langkah yang dapat membantu mengatasi gejala skizofrenia, antara lain belajar menanggulangi stress, depresi, belajar rileks, dan tidak menggunakan alkohol ataupun obat-obatan tanpa sepengetahuan dokter serta segera berkonsultasi ke dokter / psikiater. Bantuan kerabat terdekat sangat diperlukan oleh penderita penyakit ini, sebab pada skizofrenia fase aktif, penderita mudah terpukul oleh problema yang sederhana sekalipun. Kurangi pemberian tanggung-jawab agar tidak membebani penderita dan mengurangi stres jangka pendek, tetapi dengan mengambil semua tanggung-jawabnya, akan menimbulkan ketergantungan dan problema lain di kemudian hari. Penderita skizofrenia mungkin menggunakan kata-kata yang tidak masuk akal. Agar lebih memahami, cobalah berkomunikasi dengan cara lain dan mengajak melakukan aktivitas bersama-sama seperti mendengarkan musik, melukis, menonton televise atau menunjukkan perhatian tanpa harus bercakap-cakap. Jangan membicarakan penderita jika penderita skizofrenia tidak ada. Penderita skizofrenia biasanya perhatian (sensitive) dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Simanjuntak, J.. 2008. Konseling Gangguan Jiwa dan Okultisme. Jakarta : GPU
2.      El-Fuady, A.. 2010. Mengenal Schizophrenia. KINETIKA. Edisi XXXVI hal. 32-33
3.      Vedder, T.. 2010. Seputar Dunia Skizofrenia. http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1617336-seputar-dunia-skizofrenia/. 31/10/2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar