Kamis, 07 April 2011

acid gas removal : hybrid process


Konsep proses hybrid adalah menggabungkan pelarut kimia ( biasanya amina) dan pelarut fisik dalam rangka mengambil keuntungan dari pengaruh kedua proses dalam proses pemisahan gas. Proses hybrid dapat memurnikan gas dari gas yang mengandung asam sehingga diperoleh sweet gas dengan spesifikasi sesuai dengan yang diinginkan.

Macam2 proses hybrid :

1.       Sulfinol 

Basic concept : pelarut yang digunakan dalam proses sulfinol adalah campuran dari dioksida tetrahydrotyophene (sulfone), alkanolamine (DIPA atau MDEA) dan air.
Deskripsi proses : larutan sulfinol dengan DIPA disebut dengan sulfinol-D, biasanya digunakan untuk proses penghilangan H2S, CO2 dan COS.  Larutan sulfinol dengan MDEA disebut dengan sulfinol-M dan digunakan untuk menghilangkan H2S tanpa menghilangkan CO2 dan untuk menghilangkan sebagian dari COS. Kedua pelarut baik sulfinol-D maupun sulfinol-M juga mampu menghilangkan mercaptans.
Keuntungan proses sulfinol :
·         Lebih efektif untuk menhilangkan senyawa mercaptans dan COS yan terkandung didalam gas, bila dibandingkan dengan metode amina
·         Dapat digunakan untuk pengolahan gas yang kaya akan hidrokarbon karena memiliki kelarutan yang rendah untuk hidrokarbon sampai penana.
·         Pelarut sulfinol bersifat stabil, sehingga risiko solvent/pelarut hilang dan terdegradasi sedikit.
·         Pelarut tahan dalam kondisi bertekanan tinggi
Kelemahan proses sulfinol :
·         Biaya operasi lebih mahal dibandingkan proses amina
·         Kurang efektif apabila dijalankan pada tekanan rendah

2.       Amisol

Basic concept : proses amisol mirip dengan proses sulfinol karena  menggunakan kombinasi dari pelarut fisik dan pelarut kimia untuk penghilangan gas asam. Proses ini dikembangkan oleh Lurgi GmBH. Proses ini menggunakan methanol sebagai pelarut fisik dan alkanolamines (MEA dan DEA) sebagai pelarut kimia.
Deskripsi proses : pada proses amisol, terdapat beberapa alat utama yang digunakan, yaitu absorber, regeneration, reabsorber dan disitlator. Absorber dan reabsorber dioperasikan pada suhu kamar karena komposisi pelarut memiliki volatilitas yang tinggi (mudah menguap).

3.       Selefining

Basic concept : proses selefining menggunakan amina tersier sebagai pelarut kimia dan pelarut fisik yang sama seperti pada aminol dan sulfinol.
Deskripsi proses : proses selefining menggunakan pelarut fisik bukan air, sehingga dapat menyerap lebih banyak H2S. Tingkat penghilangan CO2 juga dapat diatur dengan mengatur kadar air didalam larutan. H2S juga dapat bereaksi langsung dengan amina tersier tanpa bantuan air

Tidak ada komentar:

Posting Komentar