Senin, 24 Januari 2011

tugas kespros

mau pamer niiiiihhhh,
tugas keselamatan proses merupakan tugas yang menyenangkan. kenapa???
1. tugas ini dikerjakan dalam waktu mepet
2. tugas ini hanya disuruh 1x revisi (kesalahan letak lambang universitas pada halaman judul), sementara kelompok lain ada yang sudah beberapa kali revisi, tapi masih belum diterima dosennya.

here it is ,:


BAB I
PENDAHULUAN

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah pertimbangan utama yang tidak boleh dipisahkan dalam setiap kegiatan kerja agar tercapai tujuan kerja yang sebenarnya sesuai dengan harapan, yaitu meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja  dan mendorong tercapainya tujuan kerja masyarakat maju dan berkualitas, produktif, serta efektif.
Tanggung jawab utama untuk mengendalikan penyebab-penyebab kecelakaan besar ada pada para pengelola pabrik.  Para pengelola pabrik bertanggung jawab untuk melakukan analisa terhadap bahaya dari proses produksi yang dilakukan oleh pabrik. Suatu analisa terhadap bahaya harus memberikan identifikasi dari kemungkinan adanya sejumlah perangkat keras dan perangkat lunak yang tidak bekerja dengan baik, kelalalian yang dilakukan oleh orang-orang yang ada didalam dan sekeliling instalasi yang harus diawasi oleh pengelola pabrik. 
Kemungkinan – kemungkinan penyebab kecelakaan kerja, yaitu kegagalan peralatan/komponen, penyimpangan dari kondisi kerja normal, kelalaian manusia dan organisasi, gangguan kecelakaan dari luar, kekuatan alam, dan tindakan perusakan atau sabotase.
Pabrik gula merupakan salah satu pabrik yang memerlukan pengawasan karena proses produksinya memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Proses produksi pabrik gula meliputi : Ekstraksi, Pengendapan kotoran dengan kapur, Penguapan/ evaporasi, Pendidihan/ kristalisasi , Penyimpanan, Afinasi ,Karbonatasi Penghilangan warna/ Decolorization, Pendidihan dan Pengolahan sisa/ Recovery. Proses produksi yang panjang menyebabkan pabrik memerlukan pengawasan yang lebih ketat agar tidak terjadi kecelakaan kerja seperti yang terjadi pada pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses. Kecelakaan yang terjadi di pabrik tersebut mengakibatkan 4 orang karyawan meninggal dunia. kecelakaan ini diakibatkan oleh kelalaian dari operator dalam mengoperasikan alat sehingga pabrik memerlukan peraturan yang ketat dan pengawasan yang ekstra agar kecelakaan kerja tidak terjadi lagi.



BAB II
DESKRIPSI  PABRIK
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman.
Proses produksi  gula rafinasi :
*      Ekstraksi
Tahap pertama pengolahan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Pada proses ini, tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuran besar. Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan, untuk selanjutnya digunakan di mesin pemanas (boiler).
*      Pengendapan kotoran dengan kapur
Liming adalah proses pembersihan jus hasil ekstraksi dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan.
*      Penguapan/ evaporasi
Setelah mengalami proses liming, jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi.
*      Pendidihan/ kristalisasi
Pada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untuk dididihkan. Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai.
*      Penyimpanan
Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan, tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Oleh karena itu gula ini dimurnikan lebih lanjut.
*      Afinasi
Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”.
*      Karbonatasi
Tahap ini bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida, Ca(OH)2]
*      Penghilangan warna/ Decolorization
Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna.
*      Pendidihan
Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.
*      Pengolahan sisa/ Recovery
Proses ini bertujuan untuk membuat gula dengan mutu yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi. Proses ini menghasilkan Produk yang biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol.




Berikut ini merupakan gambar proses produksi gula:

Gambar II.1. Skema Proses Produksi Gula



BAB III
ANALISA KASUS DAN PEMBAHASAN
1.      Kecelakaan Kerja yang Terjadi
Empat Pekerja di Pabrik Gula Tewas, Tersiram Air Panas
indosiar.com, Cilacap - Empat pekerja cleaning servis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/07/09) kemarin, tewas setelah tersiram air panas didalam tangki. Satu pekerja lainnya selamat namun mengalami luka parah. Diduga kecelakaan ini akibat operator kran tidak tahu masih ada orang didalam tangki. Pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi insiden ini.
Peristiwa tragis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses yang ada di komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada diatas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.
Para korban yang tewas semuanya warga Cilacap yakni Feri Kisbianto, Jumono, Puji Sutrisno dan Kasito. Sedangkan pekerja yang bernama Adi Purwanto berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah. 
Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur kedalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.
Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut, karena semua pimpinan di Pabrik PT Darma Pala Usaha Sukses berusaha menghindar saat ditemui wartawan. Sementara polisi juga belum mau memberikan keterangan atas musibah tersebut. (Nanang Anna Nur/Sup)
2.      Analisa
Kecelakaan kerja yang terjadi di pabrik gula rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu 29 Juli 2009 merupakan kesalahan yang disebabkan oleh kelalaian manusia dan organisasi. Kecelakaan tersebut disebabkan kesalahan operator yang menekan tombol keran uap panas tangki, sehingga menyebabkan uap panas masuk tangki padahal tangki tersebut sedang dilakukan pembersihan. Akibat yang ditimbukan adalah meninggalnya empat orang karyawan karena tersiram uap panas tersebut.
Faktor manusia dalam menjalankan instalasi berbahaya sangat penting, maka pada pabrik-pabrik yang dioperasikan baik secara otomatis maupun secara manual, kegagalan yang disebabkan oleh manusia dan pengaruhnya terhadap keselamatan harus diperiksa secara detail oleh para pengelola pabrik. Untuk mengurangi kesalahan manusia, para pengelola pabrik harus menyediakan pekerja yang teliti dan memberikan mereka latihan-latihan secara teratur, serta memberikan instruksi-instruksi pengoperasian yang jelas.
Untuk menjamin keselamatan instalasi berbahaya besar, suatu jadwal untuk memantau kondisi semua komponen-komponen dan sistem pengaman harus disoapkan oleh pengelola pabrik. Dalam jadwal pemantauan harus dimasukan tugas-tugas seperti :
1.        Pemeriksaan terhadap kondisi yang berkaitan dengan keselamatan diruang pengendalian dan ditempat kerja
2.        Memeriksa komponen pengaman instalasi
3.        Memantau sarana utilitas yang ada hubungannya dengan keselamatan (listrik, uap pemanas, tekanan angin, dan sebagainya).
4.        Pemantauan korosi pada komponen-komponen yang rawan.
Konsep keselamatan kerja secara keseluruhan disuatu instalasi berbahaya besar harus menyadari bahwa faktor manusia sanagt menentukan keamanan instalasi. Oleh karena itu, para pengelola pabrik harus memberikan pelatihan atau training yang tapat kepada pekerja-pekerja mengenai cara operasi instalasi berbahaya dengan aman. Pelatihan keselamatak kerja untuk para pekerja yang diberikan oleh pengelola pabrik harus menjadi suatu proses yang berkesinambungan. Pelajaran yang diberiakn dalam pelatihan harus diulangi pada waktu-waktu tertentu dalam keadaan yang hampir sama dengan keadaan yang sebenarnya.
Para pengelola pabrik harus memberikanpengawasan yang cukup pada semua aktifitas yang dilakukan di instalasi berbahaya besar. Para pengawas harus mempunyai wewenang yang diperlukan, kompetensi dan latihan yang memadai untuk menjalankan peranannya.




BAB IV
KESIMPULAN
Pabrik gula merupakan salah satu pabrik yang mengandung resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Salah satu faktor penyebab utama kecelakaan kerja terjadi adalah kelalaian dari manusia itu sendiri. Sehingga diperlukan tindakan pencegahan seperti pelatihan secara berkala kepada para pekerja dan pemantauan serta pengawasan kepada pekerja oleh pengelola pabrik. Jika tidak dilakukan pemantauan dan pengawasan yang ketat dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti yang terjadi pada pabrik gula rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah.

3 komentar:

  1. iya deh..iyaaa... yg lgsung dtrma ma dosen..

    ati2 lho nit,, jangan pamer2, ntar kualat..
    hehehehhehe... ^^(peace)

    BalasHapus
  2. hohohoho..mesti pamer lah el....

    kmu dulu sampe revsi berapa kai?? *pura2 lupa*hihihihihihi

    BalasHapus
  3. mantap tu,,, keberuntungan memang tak terduga-duga.

    BalasHapus