Kamis, 30 April 2015

Tanjung Aan, Kuta, Mawun, Selong Belanak, Gili, Tangsi, Tanjung Ringgit, Mataram, Lombok in 4D3N.

Hi,
Akhirnya mendarat disini lagi #bersihinlawanglawang

Beberapa hari yang lalu, saya dan 4 teman akhirnya melakukan perjalanan ke Lombok, the hidden paradise.. dari Jakarta ke Lombok kami pake pesawat Garuda Indonesia, belinya pas promo dari acara Garuda Travel Fair nyaris setahun sebelumya mihihi. Berhubung promo buat weekend udah ga ada, akhirnya kami memutuskan untuk beli tiket tanggal 12-15 April 2015, alias hari minggu smpe hari rabu. Cuti 3 hari beraaattt meenn, langsung bikin saya jadi fakir cuti, jaga kantor pas lebaran T.T

Gunung Rinjani, Pulau Lombok, 3 Gili


oke cuss ke cerita inti.. 5 orang yang pergi ke Lombok yaitu saya, Desty, Uci, Fika dan Elisa.
Sebelum keberangkatan, kami telah membagi tugas dan tanggung jawab untuk masing-masing orang:
1. Saya, bertugas sebagai seksi acara yang akan menyusun ittenerary perjalanan serta estimasi biaya perjalanan dan pos-pos uangnya. Jadi, saya cukup sibuk mencari destinasi dan anggaran biaya yang diperlukan. Dengan kata lain, saya sangat sibuk sebelum keberangkatan., dan yang paling deg-degan ketika akan sampai di tempat wisata karena takut ga sesuai ekspektasi.
2. Desty, bertugas sebagai seksi akomodasi. Orang yang nyariin hotel, browsing kesana kemari dan ngebooking hotel, serta memberikan biaya kepada saya. Desty adalah orang yang akan deg-degan jika hotel ga sesuai dengan ekspektasi. hahahah
3. Elisa, bertugas sebagai seksi transportasi. Awalnya saya merangkap sebagai seksi transportasi juga. Namun karena saya udah sibuk milih-milih destinasi dan menggalau terus, akhirnya saya mendelegasikan Elisa untuk menjadi seksi transportasi. Elisa bertugas untuk mencari transportasi mobil yang paling murah sesuai dengan itteneray yang telah saya susun.
4. Fika, bertugas sebagai bendahara alias orang yang paling pusing selama perjalanan karena semua uang kami ada di Fika dan Fika lah yang akan terus membawa uang-uang itu kemana aja. Saking pusingnya mengatur aliran dana, setiap malam setelah semua kegiatan berakhir, Fika akan mengumpulkan kami semua untuk mengevaluasi uang keluar apa aja dan memutuskan apa kami memerlukan penghematan untuk keesokan harinya.
5. Uci, bertugas sebagai PR (Public Relations) dalam perjalanan ini. PR bertugas sebagai penyambung lidah antara kami dengan alam sekitar. Kerjaannya jg ga kalah banyak, minta tolong motoin kami ke wisatawan lain, nawar kapal kalo perlu nyebrang, nanya-nanya tempat ngehitz diwilayah tersebut. Pokoknya semua yang berhubungan dengan lobbying, rayuan, SKSDan, kami serahkan kepada PR yangpaling ngehitz ini. wkwk

Balik lagi ke inti cerita, keberangkatannya beda2,terbagi menjadi 3 kloter. Kloter pertama yang berangkat adalah kloter Kendari yang terdiri dari Uci, kloter kedua adalah kloter Semarang yaitu Elisa dan kloter terakhir yaitu kloter Jakarta yang terdiri dari saya, Desty dan Fika. Kloter Jakarta sendiri berangkat ke Lombok pukul 05.50WIB pagi dan sampai 08.40 WITA di Lombok dimana kloter2 sebelumnya udah terlebih dahulu sampai. Di bandara, kami udah dijemput sama supir, elisa dan uci. Selanjutnya kami langsung cuss ke Desa Sade, desa asli suku sasak sebelum ke pantai-pantai di Lombok tengah.


HARI PERTAMA

1. Desa Sade

Desa Sade berjarak kurang lebih 30menit dari Bandara, Desa ini berisi kurang lebih 150 KK yang terdiri dari total 750 jiwa. Di Desa ini, kita dapat melihat rumah khas suku sasak dan tenunan khas suku Sasak. Ada satu hal lagi yang menarik dari desa Sade, rumah-rumah disini dibuat dengan lantai tanah, yang dipel dengan kotoran kerbau. Kotoran kerbaunya dibiarkan menempel pada lantai rumah. konon kotoran kerbau ini dipercaya membuat lantai tanah menjadi lebih kokoh dan uap dari kotoran ini dapat memperkuat atap rumah yang terbuat dari jerami. Disepanjang perjalanan mengelilingi desa ini, terdapat ha,paran kain-kain songket khas Sasak yang akan ditawarkan oleh penduduk pada pengunjung-pengunjung yang lewat. Harganya bervariasi dari puluhan ribu hingga ratusan ribu.

Berikut penampakan Desa Sade dari  depan,


Rumah yang di pel dengan kotoran kerbau

Poto ama pemintal benang:D
2. Tanjung Aan

Setelah kurang lebih 1 jam berkeliling desa Sade, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Tanjung Aan yang berada di sebelah selatan dari Desa Sade. Perjalanan kurang lebih 1 jam, dan sampailah kami di pantai yang hmmm yummy bagusnya masyaAllah. Pantai pertama yang kami datangi ternyata sesuai dengan ekspektasi. White sands and all... Hal yang unik dari pantai ini adalah ukuran pasirnya yang besar dan membuat kaki kegelian kalo nginjak pasirnya.

Tanjung Aan Beach

3. Pantai Kuta

Actually ini pantai Kuta dilewati ketika dalam perjalanan ke tanjung Aan, tapi karena kami ngeliat poto temen yang udah main ksana dan not so good, akhirnya kami memutuskan untuk nge-skip pantai Kuta dan langsung ke Tanjung Aan.
Setelah puas poto2 dan main2 air di Tanjung Aan, kami lanjut balik ke pantai Kuta untuk meeruskan perjalanan ke pantai Mawun. Di Kuta, kami makan siang dan sempet poto2 sebentar di landmark pantai kuta:D

3.Pantai Mawun

Ini pantai terasoy, terindah, dan tertenang, bawaannya ademmm bgt. Ombaknya ga keras, antara pantai dan samudra itu dibatasi oleh 2 gunung, mungkin itu yang bikin ombaknya kaya di danau. Jarak dari Tanjung Aan ke pantai Mawun ini cuma 1 jam, melewati bukit-bukit indah dan jalan berliku mendaki dan menurun. Hal-hal lucu pas diperjalanan adalah, tiap ada pendakian yang lumayan tinggi, kami otomatis mematikan AC mobil biar mobilnya kuat nanjak, kalo udah normal lagi, baru ngidupin AC lagi, dan begitu seterusnya. Menurut saya, pantai Mawun adalah the best beach that day. cocok banget buat relaksasi, mengistirahatkan pikiran dari kejenuhan ibu kota #tsaah

 

4. Pantai Selong Belanak

Pantai Selong Belanak adalah pantai yang pengin banget saya kunjungi, melihat review dari blog-blog yang pernah saya baca. Bibir pantainya lebar, pasirnya putih dan lembut, serta struktur pantainya yang landai. Pantai ini sebenernya bagus seperti pantai-pantai sebelumnya, namun karena ramai oleh pengunjung, keindahan pantai terasa meredup dibandingkan pantai-pantai sebelumnya. Di bibir pantai banyak dibangun warung-warung yang menyediakan payung dan kursi untuk bersantai menikmati laut Selong Belanak.



Kami sempat kecewa dengan pantai Selong Belanak, Mungkin karena ramai sekali, kami ga merasakan suasana tentram dan damai seperti pantai-pantai sebelumnya.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Senggigi karena kami sudah booking hotel di Senggigi. nama hotelnya Pacific Beach Cottages, dengan rate 2kamar semalams ebesar 1,17juta rupiah. Awalnya, kami berencana menginap di Hotel Bumi Aditya Senggigi, namun mengingat Pacific beach cottage langsung berhadapan dengan laut, kami akhirnya memutuskan menginap disana san melupakan hotel Bumi Aditya yang berjarak 500m-1km dari bibir pantai. Perjalanan dari Selong Belanak ke Senggigi menghabiskan waktu hampir 3 jam. Kami sampai di pacific cottage pukul setengah 6 sore dan langsung berenang ke kolam renang serta poto2. Saya ga bakal upload potonya disini aniweii.
Abis berenang, kami bersiap untuk pergi makan malam di daerah Senggigi. Supir kami mengantar ke sebuah restoran yang saya lupa namanya apa hehe. Sepulangnya dari sana, kami memutuskan untuk berbelanja kebutuhan di Gili ke Indomaret karena menurut supir kami, harga makanan di Gili termasuk mahal karena banyak wisatawan asing yang kesana. Sesampainya di hotel, seperti yang sudah saya deskripsikan di awal, bendahara kami akan mulai menghitung dan mengevaluasi berapa dana yang sudah kami keluarkan serta mempersiapkan uang yang akan kami gunakan keesokan harinya. Disanalah kami menemukan sebuah fakta mengejutkan bahwa kami ditipu oleh Indomaret tempat kami membeli snack dan makanan-makanan tersebut. Sayangnya, kami menyadari bahwa kami tertipu setelah sampai di hotel. Ditipu yang seperti apa? Bendahara dan PR turun dari mobil untuk berbelanja di sebuah Indomaret di daerah Senggigi (yes disana banyak sekali franchise tersebut), lalu membeli snack-snack makanan seperti pop mie dan kue-kue kecil. Berdasarkan cerita dari mereka, ketika membayar, mereka kaget kenapa harganya bisa semahal itu dan kasir tidak memberikan struk pembelian pada awalnya. Mereka meminta struk pembelanjaan kepada kasir, lalu balik ke mobil. Sesampainya di hotel, ketika kami sedang melakukan evaluasi keuangan tersebut, salah satu dari kami melihat struk pembelanjaan dari Indomaret dan bertanya apakah kami membeli sebuah keset handuk. Bendahara dan si PR bingung, kenapa ada keset handuk padahal mereka tidak membeli dan tidak ada didalam kantong belanja. Seketika itu juga, bendahara dan PR memutuskan untuk kembali ke Indomaret tadi, namun karena supir kamu sudah pulang dan kami tidak tahu Indomaretnya yang mana karena tidak terlalu memperhatikan sekitar, akhirnya kami menyerah dan berusaha menghubungi call center franchise tersebut namun tidak ada jawaban. Yang menjadi concern kami sebenernya bukan masalah uangnya, namun karena yang menipu adalah pihak Indomaretnya. Indomaret merupakan sebuah franchise yang cukup terpercaya dan mempunyai cabang hampir di seluruh Indonesia. Sayang ketika salah satu oknum kasir melakukan kejahatan seperti itu. Apalagi dengan banyaknya wisatawan baik lokal maupun internasional yang berkunjung ke Bali dan kurang peduli terhadap struk mereka, berapa banyak dari wisatawan-wisatawan tersebut yang akan ditipu seperti itu. Pelajaran yang kami dapat adalah, untuk kedepannya, struk/bon/bill harus diminta kepada kasir dan diteliti bener yang dibeli apa aja. kali aja ada belanja siluman didalam situ.

HUUUFTTT!!!!


HARI KEDUA

Tema hari kedua dari petualangan ini adalah all day in Gili. Kami berangkat dari Senggigi ke pelabuhan Bangsal menggunakan taksi pukul 8 pagi. Perlu diingat bahwa di Pelabuhan Bangsal, taksi tidak diperbolehkan masuk sampai pelabuhan melainkan cuma sampai terminal Bangsal aja. kenapa? karena setelah itu, wisatawan akan digiring ke Cidomo/Bendi/dokar, taksi ga ada yang berani masuk ke dalam pelabuhan karena akan diserbu oleh Cidomo yang ga dapet penumpang. Setelah kami diturunkan di terminal Bangsal, Cidomo langsung menyerbu. Disini Cidomo akan berebut penumpang dan semuanya akan mengatakan bahwa pelabuhannya masih jauh dan mereka menawarkan harga 30ribuan untuk ke pelabuhan. Emang kalo dari terminal, pelabuhannya ga keliahatan sih dan membuat kita berpikir kalo pelabuhannya emang beneran masih jauh. Untungnya, sebelum ke Lombok, kami udah membaca review dari pada blogger mengenai trik-trik untuk pergi ke Gili, termasuk all about pelabuhan Bangsal. Kami memutuskan untuk berjalan kaki dari terminal ke pelabuhan.Maklum, budget pas-pasan dan udah ditipu ama Indomaret membuat kami semakin mengencangkan ikat pinggang dan berusaha untuk menghemat uang sebisa kami. Ga sedikit Cidomo yang berusaha dan menawarkan jasa dan menurunkan harga seiring dengan semakin dekatnya dengan Pelabuhan, namun kami tetep bergeming. oh iya, jarak dari terminal ke pelabuhan mungkin sekitar 500m. Sesampainya di Bangsal, kami segera menuju tempat penjualan tiket resmi yang berada di sebelah kiri dari pintu masuk. Ada bermacam-macam harga, ke Gili Trawangan, untuk fasiitas publik dengan kapal yang barengan penduduk, harganya cuma 15ribu dengan waktu temput 45 menit. Jika pengin cepet nyampe, ada boat yang bisa disewa dengan harga yang lebih mahal. Kami memutuskan untuk naik kapal publik, dan mendaftar di post penjualan tiket karena 1 kapal cuma boleh dinaiki oleh 40 orang.

Beginilah kira-kira kalo naik kapal publik


Sesampainya di Gili Trawangan, kami memutuskan untuk ke penginapan terlebih dahulu. Jika kamu tidak memakai hotel berbintang sekian, penginapan-penginapan murah bisa menjadi pilihan dan peninapan tersebut bertebaran di Gili. Penginapan kami hanya berharga 250rb/malam/kamar dengan kamar mandi roofless.hahaha Nama hotelnya mosaix yang berjarak 300m dari pusat keramaian Gili. Setelah meletakkan barang-barang dan berganti pakaian, kami bersiap-siap untuk snorkling. Berhubung uang kami yang mulai cekak, kami mencari paket snorkling yang udah termasuk makan siang. Ketemulah satu agen snorkling yang direkomendasiin dari hotel kami dengan harga per paket snorklingnya Rp.120rb.

Saya pribadi dan beberapa teman deg-degan karena baru pertama kali akan mencoba snorkling dengan kemampuan renang pas-pasan. setelah memakai jaket pelampung, kami menunggu kuota penuh terlebih dahulu dan melakukan wefie.Ada banyak wefie yang kami lakukan, puluhan, namun sebaiknya saya tidak mengupload semuanya....


Setelah menunggu sekian lama, akhirnya tibalah waktu keberangkatan snorkling.
Snorklingnya terdiri dari 4 point (kayanya ini yang common):

1. Turtle point. Didaerah ini konon katanya ada turtle tanpa cangkang. dan daerahnya termasuk dalam. Soalnya ketika saya lihat kebawah, saya ga liat dasar lautannya. dan berhubung kami masih newbi-newbi dalam hal snorkling, kecuali desty ama uci ama el kayanya baik-baik aja, masih sedikit panik. Apalagi ketika belum bisa singkon untuk bernapas pake mulut. Dalam kasus saya, airnya laut masih sering masuk ke goggles sehingga kehirup ama idung dan bikin mata perih. Akhirnya setelah iketan gogglesnya dipererat, saya bisa tenang dan mencoba berlatih napas pake mulut. Untuk poto-poto, berkat PR kami yang hitz, salah seorang dari pemandu menjaga kami dan mengambil poto2, namun sayangnya kebanyakan potonya failed. hehehe




2. Di Lautan deket Gili Air

Nyampe lautan disini buat snorkling kedua, Hujan lebat banget dan langit gelaapp banget. Arus ombak jadi deras sekali jadi perlu usaha ekstra keras biar ga kebawa arus.  Kami terpisah menjadi 2 grup, grup pertama isinya saya, fika dan desty. Grup kedua Elisa dan Uci. Yang megang kamera itu elisa dan uci dan kami udah ga tau mereka hanyut kemana. Pas liat kedalam laut, masyaAllah... huhuhu indah sekali. Karang lautnya, hingga ikan-ikan kecil warna warni lari kesana kemari. Kami bertiga sibuk ngeliatin ikan-ikan namun tidak berusaha menyelam karena ga ad yang bisa dan arus gede banget, ga ad yang punya cukup nyali buat melepas pelampung dan mendekat ke karang. Yang kami lakukan hanya melihat, mencoba menjangkau walaumpun tidak berhasil, dan menikmati indahnya ciptaan Tuhan. On the other hand, setelah snorkling saya bertanya pada Elisa dan Uci tentang apa yang mereka lakukan disana, ternyata mereka berusaha untuk berfoto di dalam dan luar air menggunakan kamera, bahkan Uci dan Elisa melepas jaket pelampung namun yang terjadi berikutanya adalah kerusuhan dimana UCi yang capek akhirnya memakai jaket pelampung dalam keadaan terbalik dan Elisa pegel gara2 harus watertrap agar tetep mengapung.

Siap-siap ujan mas broooo

 Uci dan Elisa yang kepayahan:P

3. Pantainya Gili  Air

Abis snorkling di lautnya Gili Air, kami makan dulu di Gili Airnya. Mungkin karena laparm makanannya terasa enak sekali T.T . Setelah itu, kami melanjutkan per-snorkling-an di pantai sisi mananya gili gitu. Air dipantai ini cetek, mungkin sekitar 2 meter, dan berisi ikan warna warni dan karang laut yang lebih dekat daripada spot kedua. Disini karangnya sama bagusnya sama tempat kedua dengan ikan yang lucu-olucu kesana kemari. Namun sayang kami tidak ingat untuk membawa roti untuk dikasih makan ke ikannya. huhuu jadi kamipun hanya berenang-renang lucu sambil menikmati pemandangan bawah air yang yahud. Saat ditempat ini, kami menyerah dengan kamera dan meninggalkan kamera di kapal.

4. Shipwreck

Setelah selesai bermain di pantainya Gili Air. Kami melanjutkan perjalanan ke Gili Meno, dimana kata pemandunya, dibawah sana ada jasad kapal yang pernah tenggelam serta restoran apuny yang pernah roboh. Jadilah kami mulai snorkling lagi. Ditempat shipwrecknya tenggelam, kedalaman lautnya mungkin ada sekitar 10m lebih, lalu kami dengan so sweetnya berpegangan tangan berlima, dan ditarik oleh pemandunya kearah yang lebih dangkal dimana terdapat karang-karang laut. Tempat ini indah sekali, karang-karangnya indah dan terlihat jelas slope laautan dari dangkal ke tempat dalam, ikan-ikan kecil dan lucu berenang kesana kemari. lovable sekali:*

Akhir perjalanan snorkling kami berakhir setelah shipwreck spot. Kami kembali ke daratan pukul 4 sore dan segera mandi ke penginapan karena setelah ini kami akan memacu sepeda ke arah ayunan yang jadi landmarknya Gili yang langsung menghadap kearah sunset. Berhubung pengelola penginapan mengatakan bahwa biasanya untuk poto di jembatan itu antri, ,maka kami memutuskan untuk segera berangkat. Kami menyewa sepeda seharga 50 ribu/hari. Berhubung kami makenya selama 5 jam, jadi kami menyewa dengan hitungan sehari. Sore-sore sebelum sunset, kami segera bersepeda ke arah barat Gili. Sepanjang perjalanan, banyak sekali lounge-lounge dan bar club yang mengadakan pesta pada malam hari dan musik2 yang berdentum. Kami terus mengayuh sepeda hingga menemukan sebuah ayunan,

Siluetnya uci ni, poto di ayunan yang katanya melegenda itu

Berhubung Desty dan Uci asik poto-poto sendiri dan kami bertiga krik-krik, akhirnya kami memutuskan untuk balik ke Pearl beach lounge, temppatnya cozyyy bukan main. Enak buat santai-santai sambil menikmati debur ombak #tsaaahhh Harga makanan di tempat ini mahal sih ya untuk ukuran Lombok, namun kalo dibandingkan dengan harga makanan dan minuman di cafe ato resto di Jakarta, masih mirip2.

 


Dijalan pulang ke penginapan, kami memutuskan untuk makan di pasar seni, yang katanya banyak makanan-makanan murah. Disinilah kesialan dan adegan-adegan adsurb dimulai. Diperjalanan, tiba2 rantai sepeda saya copot trus saya terpaksa menuntun sepeda. Dalam perjalanan, kami membeli gelato. Segaarr!
Setelah beli gelato, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Seni. Sesampainya di pasar seni, kami memarkirkan sepeda ditempat yang masih ada space, lalu seorang bapak yang menjaga sepeda itu berbicara entah dalam bahasa apa dan kami menghiraukan beliau begitu saja. Pasar seni ramaaaiii sekali dan ga ada space buat duduk. Melihat makanan yang dijual, kami merasa lebih aman dengan hanya makan penyetan karena yang lain tampak nggilaniT.T Berhubung kita ga dapet kursi, kami minta tolong sama mas-mas penyetan buat nyariin kita tempat duduk kosong. Mas-masnya nganter kita buat duduk disuatu meja barengan sama bule2 dari Tiongkok. Setelah masnya ninggalin kita dan kita duduk dengan tenang, tiba2 ada mas mas yang datang yang marah-marah. Intinya, meja ini merupakan wilayah warungnya sehingga harus beli makanan dari warungnya dia kalo mau duduk disini dan kamipun diusir. Kami ga terima dan bilang sama masnya bahwa kami disuruh duduk sama mas2 penyetan, kalo mau berurusan, bilang sama maspenyetan karena dia yang nyuruh kami duduk disana. Dengan muka yang super menyebalkan, ni mas2 tetep ga mau tau dan ngusir kami sementara kami ga bergeming sama skali dan bertahan kalo harusnya dia ngomong ama mas2 penyetan. Untungnya mas-mas penyetannya lewat dan dia ngomong sama si mas2 nyolot bahwa ini tidak masalah. Si mas2 nyolot awalnya ga terima gitu, namun akhirnya pergi. Kami pun bisa duduk kembali dengan tenang namun udah mulai badmood. Ketika makannannya datang, rasanya sangat ieeuuhh sekali sampai ga ada satupun dari kami yang bisa memakan makanan itu. Tambah bete!! akhirnya kami pulang dan kembali ke parkiran sepeda. Ketika dalam perjalanan ke parkiran sepeda, saya ngerasa aneh kenapa dideket parkiran sepeda kami ada tulisan for rent. Tapi karena saya ga kepikiran apa-apa, kami langsung cuss aja ngambil sepeda. Tiba-tiba ada mas2 yang ngehampirin, bilang kalo sepeda ini buat disewa dan sepertinya merasa aneh kenapa kita main ambil sepeda aja ga nanya2 dulu ama dia harga sewa sepedanya berapa. Kami bingung, trus bilang bahwa ini tadi speda kami yang diparkir disini. Ternyata dan ternyata, kami parkir ditempat persewaan sepeda!!:{ Akhirnya kisruh di tempat penyewaan sepeda selesai, kami langsung kabur balik ke penginapan.Zzz

HARI KETIGA

Dihari ketiga, karena capek dan mager, kami baru berangkat dari Gili Trawangan ke Lombok pukul 9 pagi dengan kembali menaiki kapal publik yang hanya 15ribu. 30 menit kemudian kami sampai di pelabuhan Bangsal dan telah dijemput oleh supir kami. Satu hal menarik yang saya lihat ketika dijemput didalam pelabuhan Bangsal adalah si mas2 supir kami dimarahi oleh tukang Cidomo. Saya sempat nguping sih, intinya Cidomonya mengatakan kurang lebih seperti ini "ngapaian kamu kesini? jangan ngambil rejeki orang. DIsini tempatnya cidomo2". Supir saya berkilah dan memberi alibi macam2, namun mereka tidak mau terima. Untungnya tidak ada kontak fisik yang mengakibatkan waktu kami akan tersita lebih lama di pelabuhan tersebut...

Hari ketiga, sesuai ittenerary yang saya buat, kami berencana untuk mengeksplor wilayah Lombok Timur. Berhubung menurut informasi Lombok Timur jauh banget, maka saya menyiapkan waktu satu hari khusus untuk bermain ke wilayah sana. Berdasarkan hasil diskusi kami dengan supir (namanya mas Dul dan setelah ini saya akan make mas dul daripada supir), untuk ke pantai Tangsi atau yang lebih dikenal dengan pink beach, tanjung Ringgit dan sekitarnya, dapat dicapai dengan menaiki boat. Kenapa naik boat? Karena konon katanya jika lewat darat, jalannya sudah rusak parah dan longsor sehingga sangat sulit dilewati. Saat ini, kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Lombok Timur lebih memilih naik boat ketimbang naik mobil karena sebagian besar agen travel atopun perusahaan penyewaan mobl menolak untuk pergi ke Pantai Pink/Tangsi menggunakan mobil dan lebih menyarankan untuk naik boat. Kami sendiri, sudah mulia menyiapkan uang jaga-jaga untuk naik boat, 'dimana mas Dul mengatakan bahwa harga sewa satu boat adalah Rp700 ribu. Karena mahalnya harga boat untuk ke pantai Tangsi, kami menghemat pengeluaran demi bisa menyewa boat. Keuntungan menggunakan boat ketika ke pantai ini adalah, kamu bisa melihat pantai dan pulau-pulau lain karena boat ini otomatis akan singgah ke pulau2 lainnya yang akan dilwati menuju pantai Tangsi. Namun kami memutuskan untuk stick to the plan aja, ke Tangsi, kalo bisa tanpa menggunakan boat. Kembali ke cerita awal, dalam perjalanan ke Lombok Timur, kami setengah memaksa mas Dul agar ke pantai Tangsi menggunakan mobil saja, karena ketika kemarin kami naik taksi dari Senggigi ke Bangsal, supir taksinya berani ke pantai Tangsi menggunakan argo dan berkata bahwa jalan kesana sudah tidak terlalu buruk dan bisa dilwati dengan mobil. Akhirnya, tanpa perlawanan, mas Dul bersedia mengantar kami ke Pantai Tangsi dengan mobil. Senggigi-Pantai Tangsi menghabiskan waktu 4jam, karena itu ibarat menyeberangi pulau Lombok dari daerah paling barat ke daerah paling timur pulau Lombok. 2 jam perjalanan dari Senggigi ke Lombok Timur, lalu2 jam lagi kami gunakan untuk perjalanan dari Lombok timur (saya lupa nama daerahnya apa) ke pantai Tangsinya. Jalanan ke pantai Tangsi saya akui belum semulus jalan raya lainnya, namun bukan tidak bisa di lalui.

Penampakan jalanan ke pantai pink. Awalnya bagus walaupun agak grundel dan bukan tanah aja tapi ada aspal ato bekas beton ato batu.


Ini jalanan yang paling parah. Tanahnya lembek dan banyak bekas ban-ban mobil yang udh membuat lubang-lubang dalam karena mungkin terjebak didalam tranah ini. Mobil kami sempat nyangkut sih, tapi ga lama,,,alhamdulillah

Bukan main indahnya pantai Pink. Pantai favorit saya nih dari semua pantai yang udah dijelajahi kemarin2. Airnya jernih, sepi, ombaknya ga gede2 amat, pemandangannya bagus. Komplit!! Ga sia2 semua usaha dan jerih payah buat sampai kesini.
Berhubung kami sampai di pink ini pas terik2nya, pasirnya ga terlalu kelihatan pink. Tapi kalo agak mendung dikit, barulah pasir yang terkena air kelihatan pink.

ini namanya gradasi warna:P
 
Pinkkk

Warna pink dari pantai ini adalah warna dari batu karang merah yang udah pecah2 dan kebawa air laut sampai ke pantai. kalo gambarnya di zoom bakal kelihatan kalau ada butiran-butiran merah bercampur pasir.

 Oke, saya numpang narsis
 

Adakiah yang menyadari kalo bintang lautnya ada didalam air??
Beberapa poto saya dan teman-teman seperjuangan disini...




Setelah belum puas poto2, kami udah harus siap2 kembali karena cuaca yang mendungkarena kami khawatir akan terjebak di pantai pink mengingat jalan yang lembek, kena ujan pasti akan lebih lembek lagi dan bisa menjebak ban mobil kami.
Siap-siap pulang namun hati tak rela, kami sempatkan poto-poto di bukit yang ada disekitar pantai pink

 Berhubung udah gelap banget mau ujan, tapi ga ujan2, akhirnya kami nekat mau ke tanjung yang ada disebelah pantai pink ini. Namanya Tanjung Ringgit. Arah dan jalannya sama ama pantai pink, namun ketika disuatu pertigaan, kalo pantai pink belok kiri, si tanjung ringgit masih lurus terus kearah perbukitan. Kurang lebih tanjung Ringgit ini berada di bukit seberang sana yang kelihatan dari poto diatas. Konon di Tanjung Ringgit ini ada meriam jaman dulu sama sumur air tawar klo ga salah, namun situs purbakala ini adanya di Tanjung Ringgitnya persis. Berhubung kami nekat masuk naik mobil, dan bertanya sama sekelompok muda-mudi yang baru pulang dari tanjung ringgitnya make motor, mereka tidak menyarankan naik mobil karena jalannya curam dan kecil2. Akhirnya kamipun tidak berani ke tanjung ringgit, hanya dijalannya aja. Sesampainya di sekitar sana, gerimis dwatang namun matahari masih bersinar, muncullah pelangiiii.... Nah, keliatan kan tuh ada jalan ke Meriam nya, Tanjung Ringgit itu masih kesana2 lagi, dideket pelangi...

Sisi lain dari Tanjung Ringgit
Setelah puas poto2, dan udah bener2 khawatir akan hujan lebat, akhirnya kami pulang ke Mataram dan menginap di M Hotel yang ada di Mataram. Hotel ini juga murah, hanya 250ribu rupiah saja.

HARI KEEMPAT

Hari keempat adalah hari khusus untuk membeli oleh2. Berhubung kami balik ke Jkarta pukul 14.40,maka kami memutuskan untuk hunting oleh-oleh dari pagi karena biasaaa kalocewek beli oleh2 pasti bakal lama...Disentra oleh-oleh, kami membeli dodol rumput laut khasnya Lombok, serta beberapa mutiara2 lucu untuk oleh2 buat keluarga. Selanjutnya kami berkunjung ke toko kaos2 Lombok, semacam jogernya Bali atau Dagadunya Jogja, cuma saya lupa apa namanya kalo yg di Lombok. hehehehe  Udah, beli oleh2 makanan, mutiara dan baju doang, kami mehabiskan 4 jamdan jam 12 kami kembali ke Bandara Lombok.

Berakhir sudah petualangan dan perjalanan indah selama di Lombok. Memang saya akui, Lombok belum seramai Bali dan letak wisatanya berjauhan dan belum mempunyai akses memadai. Namun, aura yang ada di sini berbeda dengan aura yang ada di Bali. Perjalanan kami emnyenangkan dan memuaskan. Saya pribadi, kalau nanti ada kesempatan ke Lombok lagi, saya akan mengunjungi Rinjani, serta wisata air mancur yang belum sempat dijalani.

Untuk rancangan budget dan ittenerary akan saya post di potingan berikutnya. Postingan ini sudah terlalu berat karena harus loading begitu banyak gambar serta penjelasan yang kurang penting buat manjang2in kalimat.

BYE

2 komentar:

  1. Keren Pengalamannya kak.. ditulis lengkap...nice article.
    .

    BalasHapus
  2. Halo sist aku ngerasa terbantu banget baca pengalaman mu, aku jadi pengen babymoon kesana aamiin, makasih ya udah sharing. Boleh minta kontak drivernya ga? Butuh buat jemput dari Bandara ke Pantai-pantai selatan Lombok. Tq

    BalasHapus