Minggu, 20 Januari 2013

Tingkat Kecerdasan Warisan Dari Ibu

Pada penelitian yang dilakukan Thomas Bouchard, dimulai dari tahun 1979 dengan mengumpulkan pasangan2 kembar terpisah dari seluruh dunia dan menguji kepribadian dan IQ mereka. Hasil diluar dugaan dari penelitian ini adalah korelasi antara anak-anak adopsi yang dibesarkan bersama ternyata nol. Artinya, tidak ada pengaruh asuhan keluarga terhadap IQ anak.
Jika bukan asuhan keluarga, lalu apa yang menentukan IQ anak? 
Jawabannya adalah peran penting rahim seorang ibu.
Menurut studi lain, pengaruh peristiwa-perisiwa yang terjadi didalam kandungan terhadap kecerdasan anak tiga kali lebih besar dibandingkan apapun yang diperbuat orang tua sesudah bayi lahir.

faktor genetik seorang ibu sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Menurut ahli genetika dari UMC nijmegen Netherlands Dr. Ben Hamel mengatakan,"Pengaruh itu sedemikian besar karena tingkat kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari ibu". Sel ovum (dari perempuan) merupakan sel gamet yang terdiri dari inti sel dan sitoplasma lengkap dengan organel-organel yang akan berperan dalam proses pembelahan dan perbanyakan sel. Sel sperma (dari laki-laki) merupakan sel gamet yang terdiri atas inti sel dan ekor yang mengandung mitokondria sebagai pemberi energi bagi pergerakan sperma. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa 14 jam setelah proses fertilisasi maka ekor sperma yang mengandung mitokondria akan dilepas dan dibuang, inti sel ovum dan sperma akan melebur menjadi satu sehingga terbentuklah sel baru (zygot). inti zygot merupakan gabungan antara inti sperma dan ovum sedangkan sitoplasma dan organel sel berasal dari organel sel ovum. dari penjelasan ini dapat diketahui bahwa presentase peran ovum lebih besar daripada sperma dalam aktivitas pembelahan sel dan selanjutnya. 

Disinilah awal peran ibu dalam menemtukan kecerdasan, yaitu melalui Mitokondria. Yang menarik, Mitokondria ini hanya diwariskan oleh ibu, tidak oleh ayah. Sebab, mitokondria berasal dari sel telur bukan sel sperma. Dalam setiap sel manusia ada sebuah organela yang sangat strategis fungsinya. Organela ini dinamakan Mitokondria. Tugas utama mitokondria adalah memproduksi kimia tubuh bernama ATP (Adenosin Tri Phospat). Energi hasil reaksi dari ATP inilah yang menjadi sumber energi manusia. Mitokondria adalah salah satu bagian sel yang punya DNA sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel. Inilah sebabnya investasi seorang ibu dalam diri anak mencapai 75 persen.

Secara teori, kecerdasan anak mungkin sangat dipengaruhi oleh kecerdasam seorang ibu. Namun, fenotip (penampakan) yang kita lihat bukan melulu hasil dari faktor genetik melainkan hasil  interaksi dari lingkungan juga.  Artinya, walaupun dominasi kecerdasan ibu itu sangat berperan, namun pada perkembangannya, kecerdasan anak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Otak dikatakan berfungsi optimal jika memiliki kemampuan berfikir kreatif dan inovatif pada saat yang tepat. Untuk mendapatkan sel otak yang bisa berfungsi maksimal, selain faktor genetik, juga dipengaruhi olah asupan gizi sera rangsangan luar

Genetik diturunkan oleh kedua orang tua, asupan gizi dan ransangan dari luar tergantung dari bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi anak, dan melayani anak, apakah permainan, interaksi orang tua dan anak. Permainan edukatif dan yang banyak mengundang kreatifitas anak tentu akan lebih baik untuk perkembangan otak yang sempurna. Sehingga kecerdasan yang sesungguhnya itu adalah akumulasi dari genetik, suplai gizi dan ransangan. Denga artian walaupun oarang tua memiliki genetik yang baik, tapi jika anak tidak diberi makanan yang baik dan tanpa diransang justru kecerdasan itu tidak akan menjadi sempurna.

(repost  artikel berjudul sama dari suatu majalah)

So, buat kita yang cepat atau lambat akan menjadi ibu suatu hari nanti,  lakukanlah persiapan menjadi cerdas dari sekarang. Mulai dari cerdas otak serta cerdas hatinya, agar nanti dapat menjadi basic capital untuk  anak-anak cemerlang digenerasi yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar